Lewat penceritaan yang emosional dan penuh kehangatan keluarga, buku ini mengajak kita merenungkan arti kehilangan, perjuangan, dan ingatan sejarah yang tidak boleh dilupakan.

2. "Bumi Manusia" karya Pramoedya Ananta Toer

Selanjutnya, ada novel monumental "Bumi Manusia" karya Pramoedya Ananta Toer. Sebagai jilid pertama dari Tetralogi Buru, novel ini mengisahkan perjuangan Minke, seorang pemuda Jawa yang mengenyam pendidikan kolonial, di tengah diskriminasi dan pergolakan identitas nasional di awal abad ke-20.

3. "Cantik Itu Luka" karya Eka Kurniawan