"Biji adas terkenal dalam Pengobatan Tradisional Tiongkok dan Ayurveda karena sifatnya yang mendukung pencernaan," ujar Volpe.

Di sejumlah negara Asia Tenggara, biji adas juga biasa dikonsumsi setelah makan. Rempah ini dikaitkan dengan kemampuan membantu mengurangi rasa penuh, mual, serta dispepsia atau rasa tidak nyaman dan nyeri pada ulu hati.

Tak hanya bijinya, bagian lain dari tanaman adas juga dapat dikonsumsi. Umbi dan tangkainya memiliki kandungan nutrisi serta sifat antioksidan dan anti-inflamasi.

Jinten atau cumin merupakan rempah yang begitu dekat dengan berbagai hidangan dari India, Timur Tengah hingga Meksiko. Aromanya yang khas membuatnya mudah dikenali, sementara penggunaannya dalam pengobatan tradisional telah berlangsung sejak lama.

Selain memperkaya rasa masakan, jinten juga memiliki potensi untuk membantu proses pencernaan.

"Ada bukti klinis bahwa jinten dapat meningkatkan pencernaan dan aktivitas enzim pencernaan (a-amilase), membantu pemecahan nutrisi, mengurangi kembung dan gas," ujar Yi Min Teo, ahli diet dari Los Angeles.

Penelitian pada 2023 juga menunjukkan adanya potensi manfaat jinten terhadap metabolisme dan kesehatan jantung.

Namun, bukti mengenai dosis dan efektivitas jinten masih belum seragam. Uji klinis yang tersedia juga masih terbatas sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui manfaatnya secara lebih pasti.

Bagi orang yang sering mengalami gangguan pencernaan seperti kembung dan rasa tidak nyaman di perut, adas manis dapat menjadi salah satu rempah yang menarik perhatian.

Adas manis masih satu keluarga dengan tanaman peterseli dan memiliki rasa yang menyerupai licorice. Rempah ini juga telah digunakan dalam pengobatan tradisional Tiongkok.

Volpe mengatakan terdapat penelitian yang menunjukkan potensi adas manis terhadap gejala sindrom iritasi usus atau IBS.