"Penelitian menunjukkan adas manis lebih efektif dibanding plasebo atau obat untuk meredakan gejala IBS," jelas Volpe.
Dalam sejumlah penelitian, kapsul minyak adas yang dikonsumsi sebelum makan dikaitkan dengan berkurangnya gas, kembung, dan rasa tidak nyaman pada perut.
Adas manis juga memiliki sejumlah senyawa yang telah diteliti karena sifat antivirusnya. Ekstraknya bahkan digunakan dalam penelitian terkait penanganan gejala flu.
Jika jahe memberikan sensasi hangat, peppermint justru menawarkan sensasi dingin dan menyegarkan. Namun, manfaatnya terhadap sistem pencernaan tidak sekadar memberikan rasa segar.
Peppermint cukup banyak mendapat perhatian dalam penelitian mengenai sindrom iritasi usus atau IBS.
"Ekstrak daun peppermint dalam kapsul lepas lambat terbukti membantu penderita IBS dalam beberapa studi klinis kecil," jelas Volpe.
Analisis meta pada 2019 juga mendukung adanya manfaat peppermint, terutama dalam membantu mengurangi nyeri perut pada penderita IBS.
Minyak peppermint juga telah diteliti terkait dengan dispepsia atau gangguan pencernaan yang dapat menimbulkan rasa tidak nyaman di bagian atas perut.
"Meski masih perlu penelitian lebih lanjut, peppermint layak dicoba," tambah Volpe.
Artikel ini telah tayang di NadiKabar.