NADIKABAR.COM — Lima tahun pascamerger, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo terus mengarahkan standardisasi layanan, peningkatan efisiensi, serta penguatan kapasitas dan kualitas pelayanan dalam transformasi pengelolaan terminal peti kemas. Langkah ini berhasil meningkatkan produktivitas serta memangkas waktu singgah kapal dan barang di pelabuhan.
Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas, Widyaswendra, mengatakan transformasi sejak merger pada 2021 telah mendorong produktivitas terminal lebih dari 70 persen. Hal ini memberikan efisiensi operasional yang signifikan bagi para pelanggan Pelindo.
"Alhamdulillah, produktivitas meningkat lebih dari 70 persen. Dengan meningkatnya produktivitas, dampaknya pelanggan mendapatkan value yang lebih baik. Port stay juga jauh berkurang sehingga mereka menjadi lebih efisien," ujar Widyaswendra dalam keterangan tertulis, Jum'at (2/10/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Widyaswendra saat dihubungi pada Rabu (30/9). Ia menjelaskan bahwa transformasi yang dilakukan melalui standardisasi, sistematisasi, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia kini telah menunjukkan hasil positif di hampir seluruh dari total 32 terminal peti kemas.
"Karena merger sudah dilakukan sejak 2021, peningkatan kompetensi dan knowledge secara otomatis distandardisasi. Dari total 32 terminal, hampir semua perbaikannya sudah terlihat secara nyata," tuturnya.
Transformasi juga mencakup optimalisasi peralatan. Merger memungkinkan peralatan dari terminal yang memiliki kecukupan alat dialihkan ke terminal lain yang lebih membutuhkan.
"Beberapa terminal sebelumnya punya masalah terkait alat. Dengan merger, ada terminal yang kami modernisasi. Alat yang ada sebelumnya bisa diberikan kepada terminal yang membutuhkan," jelas Widyaswendra.
Langkah tersebut turut berdampak terhadap port stay dan cargo stay. Menurutnya, waktu singgah kapal dan barang di pelabuhan menjadi lebih baik.
"Dampaknya, port stay dan cargo stay menjadi lebih baik," ungkapnya.
Widyaswendra menjelaskan bahwa peningkatan produktivitas juga membuka peluang kerja sama dan pengembangan rute baru. Hal ini dikarenakan produktivitas masing-masing terminal sudah tinggi.
"Dari situ kami melihat banyak peluang, mulai dari pengembangan bisnis dengan kerja sama antarkorporasi sampai pembukaan rute-rute atau service baru. Banyak rute baru yang diperoleh karena produktivitas masing-masing terminal sudah tinggi," ujar Widyaswendra.
Ia menjelaskan bahwa pembenahan tata kelola terminal peti kemas berfokus pada penguatan ekosistem maritim. Langkah ini sekaligus mendukung efisiensi biaya logistik nasional.
"Pada akhirnya ketika terjadi peningkatan produktivitas dan kinerja operasional diharapkan juga memberikan dampak pada biaya operasional kapal. Fokus kami adalah bagaimana ekosistem maritim bisa berkontribusi terhadap penurunan biaya logistik, sekaligus konektivitas yang semakin baik," jelas Widyaswendra.
INSA Dorong Perbaikan Berkelanjutan