Untuk pemadaman jalur darat, para petugas di lapangan dibekali peralatan manual khusus pemadam karhutla guna mencegah titik api baru merembet.

"Pemadaman darat dilakukan dengan pembuatan sekat bakar, juga pemadaman langsung menggunakan gebyok untuk melokalisir api agar tidak menyebar lebih luas. Faktor keselamatan petugas tetap jadi prioritas," tegas Tyas.

Sebagai informasi, kawasan Tahura Raden Soerjo terbakar sejak Selasa 18 Agustus 2026. Peristiwa karhutla ini memaksa pihak pengelola menutup total seluruh jalur pendakian Gunung Arjuno-Welirang untuk menghindari risiko keselamatan bagi para pendaki.