Trenggono mengaku terus berupaya memperbaiki pelayanan MBG ke para siswa. Meskipun demikian ia mengaku masih ada sejumlah dapur SPPG yang tidak taat aturan.
"Dari BGN sejak kepemimpinan yang baru, kita berusaha memperbaiki tata kelola kemudian menyiapkan dapur ini dengan baik," ucap dia.
"Namun di tim redaksi semua kan banyak yang satu dua tidak sesuai SOP tidak patuh terhadap tahapan penyiapan makanan ini yang harus kita evaluasi terus," jelasnya.
Trenggono menambahkan orang tua murid tidak perlu khawatir terkait dengan biaya perawatan. Sebab, biaya akan ditanggung oleh pemerintah daerah.
"Biaya yang jelas semua akan ditangani oleh baik pemerintah daerah, tidak ada masalah untuk biaya bisa diatasi oleh pemda dan BGN," jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, ratusan siswa dan guru dari SMP Negeri 1 Gembong dan MTs Negeri 3 Pati dilaporkan keracunan usai menyantap MBG. Setelahnya Pemerintah Kabupaten Pati menetapkan kejadian luar biasa (KLB) guna memastikan penanganan siswa yang diduga keracunan secara maksimal.