NADIKABAR.COM — Sebanyak 595 siswa Sekolah Rakyat dari berbagai kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) berkumpul di Kabupaten Lombok Utara untuk mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), pada Senin.

Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal itu menjadi awal perjalanan baru bagi ratusan siswa dalam menempuh pendidikan melalui program Sekolah Rakyat.

Kedatangan para siswa berlangsung sejak sehari sebelum kegiatan hingga pagi hari menjelang pembukaan MPLS. Mereka datang dari berbagai penjuru NTB, diantar langsung oleh orang tua masing-masing.

Momen ini tidak hanya menjadi awal perjalanan pendidikan anak-anak, tetapi juga kesempatan bagi para orang tua untuk melihat secara langsung lokasi dan keberadaan Sekolah Rakyat di Kabupaten Lombok Utara, tempat anak-anak mereka akan belajar dan menjalani kehidupan pendidikan.

Sebelum berangkat menuju Lombok Utara, para siswa terlebih dahulu dilepas oleh bupati masing-masing di daerah asal.

Dukungan tersebut menjadi wujud keterlibatan dan komitmen pemerintah daerah dalam menyukseskan Program Sekolah Rakyat serta memberikan semangat kepada anak-anak untuk memulai babak baru dalam kehidupan mereka.

Pembukaan MPLS dirangkaikan dengan peresmian Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Lombok Utara oleh Gubernur NTB.

Momentum ini sekaligus menandai penguatan komitmen pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperluas akses pendidikan yang inklusif dan berkualitas, khususnya bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Dalam sambutannya, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal memberikan motivasi kepada para siswa agar tidak pernah merasa rendah diri dengan latar belakang keluarga maupun kondisi kehidupan mereka.

Ia menegaskan kesempatan mengenyam pendidikan di Sekolah Rakyat merupakan peluang besar untuk mengubah masa depan.

Para siswa didorong untuk belajar dengan sungguh-sungguh, membangun kedisiplinan, menghormati guru, serta berani memiliki cita-cita setinggi mungkin. Masa depan seseorang tidak ditentukan oleh dari mana ia berasal, melainkan oleh semangat, kerja keras, dan kemauan untuk terus belajar dan berkembang.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Sentra Paramita Mataram, Arif Rohman mewakili Menteri Sosial juga menegaskan bahwa Sekolah Rakyat bukan sekadar tempat untuk memperoleh pendidikan formal, tetapi juga ruang untuk membentuk karakter, menemukan potensi diri, dan membangun kepercayaan diri.

Ia mengajak para siswa untuk memanfaatkan setiap kesempatan yang diberikan, tidak mudah menyerah menghadapi tantangan, serta senantiasa menghargai perjuangan orang tua dan para guru.

"Setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk sukses. Mereka didorong untuk terus belajar, disiplin, berani mencoba, dan menjadi generasi yang mampu membanggakan keluarga, daerah, serta bangsa," katanya.

Selain pengenalan lingkungan sekolah, tenaga pendidik, tata tertib, serta budaya belajar, rangkaian kegiatan juga diisi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi 595 siswa.

Pemeriksaan kesehatan ini menjadi langkah preventif untuk mengetahui kondisi kesehatan peserta didik sejak dini, sehingga mereka dapat mengikuti proses pendidikan dengan kondisi kesehatan yang lebih terpantau.

Sentra Paramita Mataram sebagai Unit Pelaksana Teknis Kementerian Sosial RI turut mendukung penyelenggaraan Sekolah Rakyat melalui koordinasi, pendampingan, dan sinergi lintas sektor.

Dukungan ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam memastikan anak-anak dari keluarga yang membutuhkan mendapatkan kesempatan pendidikan sekaligus dukungan sosial yang menunjang tumbuh kembang mereka.

MPLS sebagai kegiatan pengenalan sekolah juga menjadi ruang bagi para siswa untuk membangun keberanian, menumbuhkan rasa percaya diri, menjalin persahabatan, dan memupuk semangat belajar.

Di balik kedatangan 595 siswa ke Lombok Utara, ada harapan besar dari keluarga dan daerah masing-masing agar mereka tumbuh menjadi generasi emas.

Dari Lombok Utara, 595 harapan bertemu. Sekolah Rakyat, kita bangun generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berdaya.