Celah tersebut dapat ditutup menggunakan selotip, terpal plastik, atau gulungan handuk. Masyarakat juga disarankan menggunakan satu pintu sebagai akses keluar-masuk bangunan.
Pakaian dan sepatu yang terkena abu sebaiknya ditinggalkan di luar sebelum masuk ke ruangan yang bersih.
Jika bagian dalam rumah sudah terkena abu, bersihkan menggunakan kain lembap. Hindari penggunaan penyedot debu karena alat tersebut dapat membuat partikel abu halus kembali beterbangan di dalam ruangan.
Masker diperlukan ketika berada di luar ruangan dan terdapat abu di udara. Pelindung pernapasan juga sebaiknya digunakan ketika membersihkan abu yang mengendap di dalam maupun luar ruangan.
Jenis pelindung pernapasan yang paling efektif untuk orang dewasa adalah masker yang sesuai dengan bentuk wajah dan memiliki sertifikasi industri, seperti N95.
Selain masker respirator seperti N95, masker bedah juga dapat membantu menyaring abu apabila dipasang dengan rapat pada wajah.
Namun, masker bedah tidak memberikan perlindungan yang sama jika terdapat celah tim redaksi masker dan wajah.
Karena itu, pemasangan masker menjadi hal penting untuk mengurangi masuknya partikel abu.
Bagi penderita gangguan pernapasan atau penyakit kardiovaskular, penggunaan masker dengan efektivitas tinggi sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan petugas kesehatan. Pasalnya, masker yang ketat dapat membuat pernapasan terasa lebih sulit.
Masker juga tidak dianjurkan digunakan ketika tidur karena dapat bergeser, tidak terpasang dengan baik, dan berpotensi menghambat pernapasan.