Abu yang sudah mengendap tetap dapat kembali beterbangan akibat angin, kendaraan, maupun aktivitas manusia. Karena itu, masyarakat tetap perlu menggunakan masker saat membersihkan endapan abu.

Sebelum dibersihkan, abu sebaiknya dibasahi terlebih dahulu menggunakan air agar tidak mudah beterbangan. Gunakan perlindungan pernapasan selama proses pembersihan.

Masyarakat juga perlu memperhatikan kebersihan air. Jika terdapat abu di dalam sumber air, biarkan abu mengendap terlebih dahulu dan gunakan air yang bersih serta tidak keruh.

Abu vulkanik juga dapat menyebabkan iritasi pada mata. Karena itu, kacamata pelindung dapat dipersiapkan untuk mengurangi paparan ketika berada di wilayah yang terdampak abu.

Saat terjadi hujan abu, masyarakat juga disarankan tidak menggunakan lensa kontak karena abu yang masuk ke area mata, dapat meningkatkan risiko kerusakan pada kornea.

Masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak dapat menyiapkan sejumlah kebutuhan agar dapat tetap berada di dalam rumah selama beberapa jam hingga beberapa hari.

Beberapa perlengkapan yang dapat disiapkan tim redaksi lain:

Jika terjadi hujan abu, masyarakat diminta tetap tenang, berada di dalam ruangan, dan memantau informasi resmi mengenai aktivitas gunung api.

Jika sedang berada di luar ketika hujan abu terjadi, segera cari tempat perlindungan seperti gedung atau kendaraan dan tetap berada di dalam hingga kondisi membaik.

Demikian cara melindungi diri dari paparan abu vulkanik yang dapat dilakukan masyarakat. Jangan lupa untuk selalu mengenakan masker ketika berada di luar ruangan, dan hindari aktivitas yang tidak perlu. Semoga membantu!