Sementara jenazah Alfonsius Albinus Mehan diberangkatkan menggunakan Pesawat Sriwijaya Air PK-CLE menuju kampung halaman di Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT). Proses keberangkatan jenazah berlangsung lancer dan aman.
"Polres Jayawijaya mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga Aprida Rapi' dan Alfonsius Albinus Mehan. Kepolisian berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi kehilangan tersebut," ucap AKBP Anak Agung.
Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait penembakan maut tersebut pada Kamis (10/9). Polisi juga telah mengantongi ciri-ciri pelaku yang disebut berjumlah delapan orang.
"Berdasarkan keterangan awal saksi, kelompok yang diduga melakukan penembakan tersebut berjumlah sekitar delapan orang. Tentunya kita kejar, insyaallah kita dapat karena identitas pelaku sudah kita kantongi," kata Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Yusuf Sutejo dalam keterangannya, Kamis (10/9).
Saat olah TKP, petugas juga menemukan jejak darah yang tertinggal di lokasi kejadian. Temuan tersebut menjadi bagian dari proses penyelidikan untuk mengungkap rangkaian peristiwa penembakan.
"Kita temukan tiga selongsong (peluru), di antaranya dua berukuran 5,56 milimeter, ini amunisi dari senjata api laras panjang. Lalu satu selongsong kaliber 9 milimeter, ini adalah amunisi dari senjata api laras pendek," sambungnya.
Kombes Yusuf mengatakan pihaknya telah mengidentifikasi dua orang pelaku penembakan berinisial PN dan KT. Keduanya dikenali berdasarkan rekaman saat video call dengan keluarga salah satu korban.
"Setelah kami sandingkan dengan data yang kami miliki serta ciri-ciri yang ada pada kami, kami memastikan dua orang tersebut merupakan PN dan KT," kata Kombes Yusuf dalam keterangannya, Jumat (11/9).
Kedua pelaku melakukan video call dengan keluarga korban Wili Mbuik (24) dari Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Yusuf mengungkapkan bahwa PN dan KT masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) terkait sejumlah aksi kriminal di Papua.
"Keduanya merupakan anggota kelompok kriminal bersenjata Kodap III Ndugama Pimpinan Egianus Kogoya dan masuk dalam daftar DPO kepolisian," bebernya.
Dalam video beredar, tampak anggota KKB video call dengan keluarga korban. KKB sempat menanyakan kepada keluarga korban apakah sudah makan atau belum. Selanjutnya KKB juga menanyakan apakah ingin menambah korban.
Sementara pihak keluarga korban menanyakan motif pelaku menembak korban. Namun KKB terlihat tertawa sambil menunjuk ke layar HP menanggapi pertanyaan keluarga korban.