Aktivitas erupsi di sejumlah gunung api menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik memang sedang berlangsung di berbagai wilayah Indonesia. Namun, masyarakat perlu memahami kondisi setiap gunung secara spesifik.
Status aktivitas gunung api menjadi salah satu indikator penting dalam menentukan tingkat kewaspadaan. Selain itu, karakteristik erupsi juga menentukan jenis bahaya yang perlu diantisipasi masyarakat.
Pada Gunung Semeru, misalnya, awan panas dapat bergerak mengikuti lereng dengan suhu dan kecepatan tinggi. Sementara itu, gunung seperti Sinabung, Ibu, dan Anak Krakatau dapat menghasilkan material vulkanik yang jatuh di wilayah tertentu dan penyebarannya dipengaruhi arah angin. "Setiap gunung itu punya karakteristik erupsi masing-masing," tutur Indranova.
Menurutnya, kemunculan erupsi dalam periode yang berdekatan lebih tepat dipahami sebagai pertemuan dari siklus aktivitas yang berbeda. "Menurut saya ini lebih ke masalah timing," kata Indranova
itu menjelaskan terdapat gunung api yang memang memiliki frekuensi erupsi relatif tinggi, seperti Gunung Semeru dan Anak Krakatau. Di sisi lain, ada gunung api yang memiliki periode istirahat lebih panjang sebelum kembali menunjukkan aktivitas.
Ketika siklus aktivitas masing-masing gunung tersebut bertepatan dalam satu periode, beberapa gunung api dapat terlihat aktif secara bersamaan.