Situasi makin pelik akibat hembusan angin dari arah laut yang bertiup kencang dan kerap berubah arah secara mendadak. Pergerakan api menjadi sukar diprediksi; area yang tadinya tampak aman bisa mendadak kembali membara.

Hal itulah yang mendorong Gede Adi untuk terus berada di lokasi. Ia tidak hanya mengomandoi taktik pemadaman, tetapi juga ikut menyisir medan, mengarahkan pergerakan pasukan, dan memastikan selang air menjangkau titik-titik rawan yang terisolasi.

Dengan waktu istirahat yang amat terbatas-hanya sekitar tiga jam-pada pukul 05.00 WIB pagi mereka sudah kembali bangun untuk memantau pergerakan hotspot dan melanjutkan penyiraman.

"Memang kondisinya berat. Tapi yang paling penting bagaimana api ini segera dikendalikan agar tidak meluas," ungkapnya.