NADIKABAR.COM — "Sikat gigi ini sudah dipakai sejak kapan, ya...? Rasanya sejak semester lalu."
Jika butuh waktu lama untuk menjawab pertanyaan sederhana itu, maka kamu tidak sendiri. Lupa kapan ganti sikat gigi adalah problem sejuta umat, utamanya bagi anak kos yang terkenal jarang banget mengganti sikat gigi. Penyebabnya beragam, mulai dari kondisi keuangan menjelang akhir bulan hingga rasa malas keluar kos untuk membeli sikat gigi baru.
Padahal, berbeda dengan sabun batangan yang memang dirancang untuk habis terpakai, sikat gigi memiliki masa pakai tertentu. Jika masa pakai ini dilewati, sikat gigi berisiko berubah menjadi sarang bakteri tanpa disadari.
Berikut beberapa ciri sikat gigi yang sebaiknya segera diganti.
Perhatikan kondisi bulu sikat gigi. Jika bulunya sudah melebar ke segala arah dan tidak lagi lurus seperti semula, itu tandanya sikat gigi tidak lagi bekerja secara efektif. Bulu sikat yang mekar sulit menjangkau sela-sela gigi, sehingga plak dan sisa makanan lebih mudah menumpuk.
Idealnya, sikat gigi diganti setiap tiga bulan sekali, atau lebih cepat apabila bulunya sudah rusak sebelum waktu tersebut.
Sikat gigi yang semula berwarna putih bersih dapat berubah warna akibat kombinasi sisa pasta gigi, air, dan kelembapan kamar mandi kondisi yang umum ditemui di kamar mandi kos dengan ventilasi terbatas. Perubahan warna ini kerap menjadi indikasi munculnya jamur atau bakteri di sela-sela bulu sikat.
Ciri ini sering luput dari perhatian. Jika sikat gigi mengeluarkan bau apek atau tidak sedap meskipun sudah dibilas dengan air, hal tersebut menandakan adanya pertumbuhan bakteri. Kamar mandi yang lembap dengan sirkulasi udara minim membuat sikat gigi menjadi tempat yang nyaman bagi bakteri untuk berkembang biak.
Setelah mengalami flu, radang tenggorokan, atau sariawan, sikat gigi yang digunakan selama masa sakit dapat menyimpan kuman penyebab penyakit tersebut. Oleh karena itu, meskipun belum genap tiga bulan pemakaian, sikat gigi sebaiknya diganti begitu kondisi tubuh pulih agar tidak berisiko tertular kembali oleh kuman yang sama.
Situasi ini cukup umum terjadi di lingkungan kos, misalnya sikat gigi tertukar dengan milik teman sekamar, atau terpaksa meminjam sikat gigi orang lain saat menginap mendadak. Apabila hal ini terjadi, sikat gigi sebaiknya segera diganti untuk menghindari risiko penularan penyakit melalui pemakaian bersama.
Jika pertanyaan "kapan terakhir membeli sikat gigi ini?" dijawab dengan "sudah lupa, sepertinya cukup lama", itu menjadi indikasi bahwa sikat gigi tersebut sudah waktunya diganti. Banyak orang cenderung mengganti sikat gigi lebih jarang dari yang disarankan, khususnya saat kondisi keuangan sedang terbatas.
Lingkungan kos umumnya memiliki sejumlah keterbatasan, seperti kamar mandi yang kecil dan lembap, penyimpanan sikat gigi yang berdekatan dengan sikat gigi penghuni lain, hingga kebiasaan membeli kebutuhan seperlunya untuk berhemat. Kombinasi kondisi tersebut membuat sikat gigi lebih rentan menjadi sumber bakteri dibandingkan dengan kamar mandi pribadi yang lebih kering dan tidak digunakan bersama.
Meski demikian, sikat gigi termasuk kebutuhan dengan harga terjangkau. Penggantian sikat gigi secara berkala tidak memerlukan biaya besar, namun memberikan manfaat penting bagi kesehatan gigi dan mulut dalam jangka panjang.
Sikat gigi bukan barang yang dapat digunakan dalam waktu tanpa batas. Ketika bulunya sudah mekar, warnanya berubah, muncul bau tidak sedap, atau sudah tidak diingat kapan terakhir dibeli, itu artinya sudah waktunya untuk mengganti sikat gigi. Menunda penggantian sikat gigi berisiko menimbulkan masalah kesehatan gigi dan mulut yang biayanya bisa jauh lebih besar dibandingkan harga sikat gigi baru.
Ada baiknya memeriksa kondisi sikat gigi secara berkala dan memasukkannya ke dalam daftar belanja bulanan apabila sudah menunjukkan salah satu ciri di atas.