"Keimanan itu ialah engkau akan percaya (beriman) pada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab suci-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir (kiamat) dan engkau akan percaya kepada takdir baik dan buruk dari pada-Nya." (HR. Muslim)
Berdasarkan hadits tersebut, enam rukun iman yang wajib diyakini setiap muslim adalah:
Dalam kitab terjemah Kasyifatus Saja Syarah Safinatun Naja karya Syaikh Nawawi Al-Bantani, tingkat keyakinan dan keimanan seorang hamba dibagi menjadi lima, yaitu:
Abdullah Hehamahua dalam buku Membedah Keberagaman Umat Islam Indonesia menjelaskan bahwa memahami rukun iman dan meningkatkan keimanan pada akhirnya mengantarkan seseorang untuk mengenal Allah (Ma'rifatullah).
Bukan hanya mengetahui keberadaan Allah SWT, tetapi juga menyadari keagungan-Nya serta meyakini Asmaul Husna dan sifat-sifat-Nya. Tiga cara memahami keberadaan Allah SWT ialah melalui eksistensi manusia dan alam semesta, ajaran para rasul, serta kaidah aqliah bahwa setiap ciptaan memiliki pencipta.
Sebagaimana meyakini Allah SWT, manusia juga perlu meyakini keberadaan makhluk dan kekuatan gaib, seperti malaikat dan iblis, yang tidak dapat dilihat melalui pancaindra.
Malaikat merupakan makhluk ciptaan Allah SWT yang tidak memiliki nafsu dan senantiasa beribadah kepada-Nya. Ma'rifat kepada malaikat mengajarkan manusia untuk taat dan ikhlas dalam beribadah kepada Allah SWT.