Mengimani kitab-kitab suci yang telah Allah SWT turunkan kepada para nabi dan rasul utusan-Nya sama dengan mempercayai segala ajaran dan juga panduan untuk umat manusia hidup di dunia.
Adapun empat kitab tersebut yaitu Zabur, Taurat, Injil, dan Al-Qur'an. Semuanya memuat pedoman hidup dan juga rujukan pengetahuan akan yang hak dan batil.
Sebagaimana mengimani kitab-kitab yang Allah SWT turunkan, seorang mukmin juga harus mengimani rasul-Nya yang diutus untuk menyampaikan ajaran kepada manusia. Allah SWT menjadikan nabi dan rasul sebagai teladan bagi setiap umatnya.
Allah SWT tidak mungkin menciptakan suatu kehidupan tanpa adanya kematian. Sebagaimana alam semesta dan segala isinya ini bermula, pasti akan ada masanya hancur dan binasa. Allah SWT menciptakan adanya akhirat sebagai kehidupan berikutnya yang abadi. Setiap amal yang diperbuat manusia selama di dunia akan dicatat untuk kemudian mendapatkan balasan, baik surga atau neraka.
Ma'rifat kepada hari akhir menjadi pengingat untuk manusia bahwa tidak selamanya kehidupan berjalan di dunia yang sifatnya fana.
Apa pun yang Allah SWT ciptakan pasti memiliki maksud dan tujuan, begitu pula dengan takdir. Ada takdir yang sifatnya tetap dan tidak dapat diubah, seperti kematian, jodoh, dan rezeki. Ada pula takdir yang dapat berubah melalui usaha manusia.
Manusia dapat berusaha dengan sungguh-sungguh, berdoa memohon yang terbaik, kemudian menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT sebagai penentu segala sesuatu.