Selain mengatur antrean, personel juga rutin melakukan patroli mobilitas. Patroli dilakukan untuk memastikan kendaraan yang membutuhkan prioritas darurat, seperti ambulans maupun warga yang memerlukan bantuan medis, tetap dapat melintas.

Kepolisian memastikan pengamanan intensif akan terus dilakukan hingga panjang antrean kendaraan di kawasan Ketapang menyusut di bawah 2 kilometer.

Upaya mempercepat penguraian antrean juga dilakukan bersama Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Hubdat) dan PT ASDP Indonesia Ferry.

Sinergi tersebut dilakukan melalui optimalisasi bantuan armada kapal serta penerapan pola Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB). Skema itu diharapkan dapat mempercepat pergerakan kendaraan dari dan menuju Pelabuhan Ketapang.