NADIKABAR.COM — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan produk baja Indonesia menghadapi hambatan perdagangan (tariff barrier) yang sangat masif di pasar global. Salah satunya terkait penetapan tarif bea masuk sebesar 50% di Amerika Serikat (AS), Eropa, dan Inggris.

Ia menjelaskan perdagangan komoditas baja nasional kini menjadi perhatian serius banyak negara maju. Sebab komoditas ini dipandang strategis karena menopang kebutuhan infrastruktur sipil, industri militer, hingga teknologi ruang angkasa.

"Steel dianggap sebagai strategic commodity terutama untuk selain untuk kebutuhan sipil juga kebutuhan militer dan ruang angkasa. Oleh karena itu mereka sangat concern terhadap keberadaan steel mill ataupun industri steel supaya tetap ada di negara masing-masing," katanya di acara BIG Downstream Insight, Jakarta Selatan, Selasa (6/10/2026).