Lewat metode tersebut, peserta dilatih memecah persoalan menjadi bagian yang lebih sederhana, mengenali pola, lalu menyusun langkah penyelesaian secara sistematis.

Pendampingan teknis juga diberikan ketika peserta menghadapi masalah seperti kesalahan penulisan kode atau syntax error hingga kekeliruan dalam logika pemrograman.

"Yang paling penting dalam belajar coding bukan hanya memahami syntax, tetapi memahami kapan dan mengapa sebuah konsep digunakan," ujar Rahmat Fajri, AI Engineer dan SIC Trainer.

"Peserta diajak untuk memahami bagaimana sebuah masalah dapat diterjemahkan menjadi logic, kemudian diwujudkan dalam bentuk code," sambungnya.

Perjalanan 6.000 peserta tidak berhenti pada pembelajaran Python. Namun, tidak semuanya akan melaju ke tahapan berikutnya karena Samsung menerapkan proses seleksi secara bertahap.