Program yang sebelumnya dikenal sebagai nikah massal itu memberikan kemudahan administrasi pernikahan, termasuk akses dokumen kependudukan bagi anak-anak yang dilahirkan dari pernikahan tersebut. Peserta juga mendapatkan dukungan awal berupa modal usaha untuk mendorong kemandirian ekonomi keluarga.
Setelah dilaksanakan di Jakarta dan Bogor, program tersebut digelar di Jawa Tengah dan direncanakan berlanjut ke Maluku dengan target 500 pasangan.
Melalui program Santri Mantu, Romo Syafii berharap semakin banyak masyarakat memperoleh kemudahan menikah secara sah. Sekaligus membangun keluarga yang harmonis dan mandiri secara ekonomi.
Akad nikah di MAJT dilaksanakan di 62 meja yang masing-masing dilengkapi penghulu, saksi, dan wali nikah. Salah seorang peserta Santri Mantu asal Sumenep, Galang menyatakan, telah menikahi warga Kota Semarang, Aprilia. Seusai melaksanakan akad nikah dan menerima kartu nikah, Galang tak kuasa menyembunyikan rasa harunya.