NADIKABAR.COM — Penggunaan QRIS yang semakin luas mulai berdampak pada pertumbuhan uang kartal di Indonesia. Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan uang kertas dan logam melambat seiring kenaikan jumlah pengguna QRIS yang kini mencapai 67 juta orang.
Jumlah sebesar itu artinya sudah menyentuh seperempat dari total penduduk Indonesia. Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan uang kartal kini lebih banyak digunakan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Pasalnya, akses internet dan sinyal di wilayah tersebut masih terbatas sehingga masyarakat belum sepenuhnya bisa menggunakan layanan QRIS.
"Kalau kita lihat, memang masih tumbuh tapi mulai terus melambat. Kenapa? Karena Indonesia ini kan sangat luas. Dan wilayahnya kan sangat pulau-pulau kita ada daerah-daerah yang terdepan, terluar gitu kan. Tentunya ini kan mereka juga masih butuh uang-uang cash. Mungkin juga ada, mungkin sinyal masih belum semuanya kan juga masih ada beberapa yang di blank spot," ungkap Destry di JCC Senayan, Jakarta, Kamis (24/9/2026).