NADIKABAR.COM — Sebanyak 69 dari 101 peserta seleksi calon anggota Komisi Nasional Disabilitas (KND) periode 2026-2031 lolos tahapan Tes Objektif Berbasis Komputer (TOBK).

Selanjutnya, para peserta akan menjalani tahap uji publik pada 2-5 November 2026 di Jakarta, baik secara daring dan luring. Tahap ini akan menyaring peserta hingga tersisa 14 kandidat.

"Kita umumkan dari 69 peserta yang lolos itu akan kita sampaikan ke publik. Wahai publik, silahkan ini ada 69 calon atau kandidat yang akan menjadi Komite Nasional Disabilitas," ujar Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Anggota KND, Mohammad Nuh dalam keterangannya, Kamis (15/10/2026). Hal ini disampaikannya usai menggelar rapat pleno di Jakarta pada Rabu (14/10).

Ia menjelaskan nama-nama peserta yang dinyatakan lolos seleksi TOBK akan dipublikasikan melalui situs resmi Panitia Seleksi Calon Anggota KND Periode 2026-2031 untuk mendapatkan masukan dari publik pada tanggal 19-25 Oktober 2026.

Pada saat yang sama, Panitia Seleksi juga akan meminta masukan dari Lembaga terkait (Komnas HAM, Komnas Perempuan, KPAI, PPATK, dan Komdigi) tentang informasi Rekam Jejak Peserta yang lolos Seleksi TOBK.

Nuh menegaskan masyarakat maupun lembaga resmi negara juga dapat memberikan pandangan terhadap para kandidat. "Publik berhak untuk memberikan pandangan, penilaian dan seterusnya, termasuk juga lembaga-lembaga resmi negara memberikan pandangan tentang kandidat," jelasnya.

Lebih lanjut, Nuh mengungkapkan masukan tersebut menjadi bagian dari upaya memperoleh calon yang kredibilitasnya dapat dipertanggungjawabkan. Ia juga menyampaikan rangkaian seleksi selanjutnya akan mengerucut pada 14 calon.

Adapun Pansel Calon Anggota KND periode 2026-2031 menekankan objektivitas dan akuntabilitas dalam penilaian hasil Tes Objektif Berbasis Komputer (TOBK) setelah pelaksanaan tes pada Selasa (6/10). Indikator penilaian yang disusun sejak awal menjadi dasar bagi Pansel untuk menentukan kelulusan peserta melalui rapat pleno.

Anggota Panitia Seleksi Anggota Komisi Nasional Disabilitas, Ro'fah menjelaskan kejelasan indikator membantu kelima anggota Pansel dalam membahas hasil penilaian.

Menurutnya, tidak banyak perbedaan pandangan yang muncul dalam rapat pleno karena keputusan mengacu pada dasar penilaian yang sama.