NADIKABAR.COM — Mungkin masih banyak orang yang belum menyadari jika jatuh cinta ternyata membawa segenap manfaat bagi kesehatan.

Perasaan cinta bukan hanya membuat seseorang merasa bahagia, tetapi juga bisa menurunkan stres, meredakan rasa sakit, bahkan meningkatkan daya tahan tubuh.

Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Hubungan yang dipenuhi kasih sayang ternyata dapat mengurangi tingkat kecemasan. Melansir dari WebMD, terdapat penelitian yang membandingkan pasangan yang telah lama menjalin hubungan dengan yang baru menjalin hubungan.

Keduanya sama-sama menunjukkan adanya aktivitas pada bagian otak yang berhubungan dengan cinta yang mendalam. Namun, ditemukan bahwa pasangan yang telah menjalin hubungan lama memiliki tingkat kecemasan yang lebih rendah dibandingkan yang baru menjalin hubungan.

Hubungan cinta yang terjalin lama juga bisa membuat tingkat stres lebih rendah. Perasaan bahagia berkaitan dengan produksi oksitosin dan dopamin yang bisa membuat hati menjadi lebih tenteram.

Penelitian menunjukkan bahwa orang yang single memiliki tingkat kortisol dan hormon stres yang lebih tinggi dibandingkan seseorang yang menjalin hubungan. Pasangan bisa menjadi tempat berkeluh kesah yang membuat tekanan stres berkurang.

Melansir dari Healthline, perasaan berbunga-bunga saat melihat atau bertemu dengan orang yang kita cintai berhubungan dengan hormon dopamin. Hal ini akan membuat seseorang bersemangat untuk melakukan apapun.

Saat bertemu dengan seseorang yang dicintai, dopamin aja terlepas sehingga muncul rasa antusias untuk menemuinya. Ketika bertemu, otak akan memproduksi dopamin yang lebih banyak sehingga memunculkan rasa bahagia yang luar biasa.

Perasaan cinta akan membuat orang rela berkorban untuk pasangannya. Pengorbanan tersebut bisa berupa rela untuk berpindah kota, meluangkan waktu bertemu meskipun sedang sibuk, memaafkan kesalahan pasangan, dan lainnya.

Hubungan yang semakin erat akan membuat seseorang rela melakukan pengorbanan. Kedekatan juga bisa membuat seseorang lebih memahami perubahan emosi pasangannya. Seseorang akan mencegah pasangannya merasakan kesedihan dengan mengorbankan dirinya.

Melihat foto orang yang kita cintai ternyata bisa meredakan rasa sakit. Terdapat penelitian terhadap seorang wanita yang telah menjalani hubungan bahagia selama enam bulan. Wanita tersebut diberi rasa sakit sambil melihat foto pasangannya, orang asing, dan kursi.

Hasilnya, saat melihat foto orang yang mereka cintai ternyata rasa sakit yang dirasakan lebih rendah. Sekadar melihat cocok yang dicintai ternyata bisa mengalihkan perhatian dari rasa sakit.

Stres yang berkepanjangan bisa membuat tubuh lebih mudah terkena penyakit. Sebaliknya, hubungan yang hangat dari orang yang dicintai bisa membantu tubuh untuk melawan kondisi tersebut.

Sebuah penelitian menemukan bahwa kontak fisik seperti berpelukan ternyata bisa mengurangi potensi orang yang stres terkena penyakit. Dan meskipun orang tersebut sakit, gejalanya tidak akan parah.

Perasaan jatuh cinta akan membuat pikiran penuh dengan orang yang dicintai dan bahkan bisa membawanya ke dalam mimpi. Situasi ini berkaitan dopamin yang memberikan penghargaan pada pikiran-pikiran tersebut.

Selain itu, hal ini juga berhubungan dengan bagian otak bernama anterior cingulate cortex yang berhubungan dengan memikirkan orang yang disukai secara terus menerus hingga mendekati obsesi.