Pengeluaran transportasi menjadi pertimbangan lain bagi sebagian pekerja.

Sepeda tidak membutuhkan bahan bakar untuk digunakan sehari-hari. Setelah memiliki sepeda, pengeluaran rutinnya lebih banyak berkaitan dengan perawatan, seperti servis, penggantian komponen yang aus dan kebutuhan perlengkapan keselamatan.

Namun, penghematan tentu bergantung pada kondisi masing-masing. Jarak rumah ke kantor, kondisi jalan, kebutuhan membawa barang dan tersedianya fasilitas pendukung turut menentukan apakah sepeda praktis digunakan sebagai transportasi harian.

Karena itu, bike to work tidak harus dilakukan setiap hari. Sebagian orang bisa memilih bersepeda pada hari tertentu dan menggunakan transportasi lain pada kesempatan berbeda.

Perkembangan tren sepeda membuat bike to work tidak lagi sekadar soal perjalanan dari rumah ke kantor.

Aktivitas ini juga berkembang menjadi bagian dari gaya hidup dan budaya komunitas. Pada 2026, misalnya, B2W Indonesia tidak hanya mengampanyekan penggunaan sepeda untuk transportasi, tetapi juga menggabungkannya dengan isu lingkungan, kualitas udara dan kebutuhan terhadap ruang jalan yang aman.

Bagi sebagian pekerja, perjalanan dengan sepeda juga menjadi kesempatan untuk bertemu sesama pesepeda.

Dari sini muncul kebiasaan seperti berangkat bersama komunitas, bertemu di titik tertentu sebelum bekerja, atau bergabung dalam kegiatan bersepeda setelah jam kantor.

Skena sepeda pun semakin luas. Sepeda bisa menjadi olahraga, moda transportasi, aktivitas sosial sekaligus bagian dari identitas komunitas.

5. Membantu mengurangi aktivitas duduk terlalu lama

Pekerjaan kantoran sering membuat seseorang menghabiskan waktu berjam-jam dalam posisi duduk.

Bersepeda ke kantor dapat menjadi salah satu cara untuk menambahkan aktivitas fisik ke dalam rutinitas tersebut. WHO mencatat aktivitas fisik secara rutin membantu menjaga kesehatan dan menurunkan risiko sejumlah penyakit tidak menular, sementara perilaku sedentari yang berlebihan berkaitan dengan berbagai dampak kesehatan.

Menariknya, aktivitas fisik tidak harus selalu berbentuk olahraga di pusat kebugaran.

Perjalanan menuju kantor pun dapat menjadi kesempatan untuk bergerak. Setelah bekerja, perjalanan pulang dengan sepeda bisa kembali menjadi aktivitas fisik.