Meski begitu, hidrogen bukan sumber energi primer seperti matahari atau angin. Hidrogen perlu diproduksi terlebih dahulu menggunakan sumber energi tertentu. Karena itu, dampak lingkungan hidrogen sangat bergantung pada bagaimana hidrogen tersebut diproduksi.
Hidrogen yang dibuat menggunakan listrik dari sumber energi terbarukan sering disebut hidrogen hijau.
Energi nuklir berbeda dari sumber energi terbarukan, tetapi sering masuk dalam pembahasan mengenai alternatif terhadap bahan bakar fosil.
Pembangkit listrik tenaga nuklir menghasilkan energi melalui reaksi fisi dan dapat menghasilkan listrik dalam jumlah besar secara stabil. Selama proses pembangkitan listrik, pembangkit nuklir tidak membakar minyak atau batu bara.
Namun, teknologi ini memiliki tantangan tersendiri, termasuk pengelolaan limbah radioaktif, keselamatan pembangkit dan kebutuhan investasi yang besar. Karena itu, nuklir memiliki karakteristik dan tantangan yang berbeda dibandingkan energi terbarukan.
Tidak semua energi alternatif langsung menggantikan minyak
Hal penting yang perlu dipahami adalah minyak bumi tidak hanya digunakan untuk menghasilkan energi.
Sebagian minyak digunakan sebagai bahan baku industri petrokimia untuk menghasilkan plastik, bahan kimia dan berbagai produk lainnya. Karena itu, mengurangi ketergantungan terhadap minyak membutuhkan lebih dari sekadar mengganti bensin dengan kendaraan listrik.
Di sektor listrik, energi surya, angin, air dan panas bumi dapat menjadi alternatif penting. Sementara untuk transportasi, kendaraan listrik, biofuel dan hidrogen dapat digunakan pada sektor yang berbeda sesuai kebutuhan dan perkembangan teknologinya.
Perkembangan teknologi juga membuat energi terbarukan semakin kompetitif. IRENA mencatat 91 persen kapasitas pembangkit energi terbarukan skala utilitas yang baru beroperasi pada 2024 menghasilkan listrik dengan biaya lebih rendah dibandingkan alternatif pembangkit fosil baru yang paling murah.
Dengan begitu, transisi energi bukan berarti mencari satu sumber energi yang bisa menggantikan minyak bumi secara keseluruhan. Yang dilakukan adalah membangun kombinasi berbagai sumber energi sesuai karakteristik dan kebutuhan masing-masing sektor.
Semakin beragam sumber energi yang tersedia, semakin besar pula peluang untuk mengurangi ketergantungan terhadap minyak bumi sekaligus membangun sistem energi yang lebih rendah emisi.