Saksi mata Nuryanto mengatakan tidak ada angin kencang maupun faktor cuaca lain yang diketahui menjadi penyebab tembok tersebut runtuh saat kejadian.
"Sudah lapuk. Tidak ada angin, tiba-tiba roboh," jelasnya.
Saat tembok roboh, ER yang berada di sekitar bangunan tersebut tertimpa reruntuhan hingga mengalami sejumlah luka di bagian tubuhnya, termasuk kepala dan pelipis. Warga dan keluarga kemudian segera mengevakuasi korban untuk mendapatkan pertolongan medis di Puskesmas Bungkal.
"Untuk luka ada di bagian kaki, tangan, serta luka dan goresan di kepala, termasuk pelipis," ujarnya.
Setelah tertimpa tembok, korban disebut mengalami luka di bagian kepala dan diduga sudah tidak sadarkan diri, sehingga warga bersama keluarga langsung membawanya ke Puskesmas Bungkal. Namun, setelah mendapatkan penanganan di fasilitas kesehatan tersebut, nyawa bocah berusia 9 tahun itu tidak dapat diselamatkan.
"Korban dibawa oleh keluarga dan masyarakat ke Puskesmas, namun akhirnya meninggal dunia," imbuh Hermansyah.