NADIKABAR.COM — Menteri Luar Negeri (Menlu) Arrmanatha Nasir atau Tata mengungkap Indonesia sedang melakukan penyelidikan soal pelaku di balik kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Katanya, sudah beberapa korporasi bersalah atas karhutla.
"Indonesia juga tengah melakukan penyelidikan nasional yang terkoordinasi dan tegas. Ratusan individu dan lebih dari 50 korporasi telah dan sedang diselidiki serta diproses hukum, bahkan beberapa di antaranya telah dinyatakan bersalah berdasarkan hukum Indonesia," kata Tata dalam joint press statement seusai pertemuan bilateral dengan Menlu Singapura Vivian Balakrishnan di Kemlu RI, Jakarta Pusat, Selasa (27/10/2026).
Tata menuturkan, Presiden Prabowo Subianto berkomitmen mengungkap para pelaku agar mendapat hukuman. Katanya Prabowo ingin para pelaku dapat bertanggungjawab.
"Instruksi Presiden Prabowo sangat jelas: kita akan menggunakan seluruh kekuatan hukum untuk memastikan pihak-pihak yang mengeruk keuntungan dari kebakaran harus mempertanggung jawabkannya," jelas dia.