NADIKABAR.COM — Warung Mi dan Babi Tepi Sawah di Sukoharjo dibakar orang tak dikenal (OTK). Sebelumnya, warung makan ini juga sempat menuai penolakan dari warga sekitar.

Warung Mi dan Babi Tepi Sawah di Sukoharjo, Jawa Tengah, kembali menjadi sorotan. Setelah menuai penolakan karena menjual makanan nonhalal, kini warung ini dilaporkan didatangi empat orang tidak dikenal pada Sabtu (12/9/2026) dini hari.

dihimpun dari keterangan resmi (12/9), menurut keterangan pemilik, salah seorang karyawan sempat diancam menggunakan senjata tajam sebelum gudang dan kamar karyawan dibakar.

Petugas pemadam kebakaran mengerahkan dua unit mobil untuk menangani api, sementara polisi telah memasang garis polisi di lokasi kejadian.

Sebelum peristiwa ini, Warung Mi dan Babi Tepi Sawah mengalami sejumlah persoalan, mulai dari pemasangan spanduk penolakan hingga akses jalan yang tertutup tumpukan tanah.

Berikut tujuh fakta seputar polemik warung mi babi di Sukoharjo yang sudah berlangsung selama berbulan-bulan.

1. Didatangi empat orang tidak dikenal

kebakaran terjadi sekitar pukul 03.30 WIB ketika Warung Mi dan Babi Tepi Sawah masih tutup. Pemilik warung, Jodi Sutanto, mengatakan dirinya mendapat informasi dari karyawan bahwa empat orang tidak dikenal mendatangi lokasi.

Menurut keterangan karyawannya yang bernama Ali, keempat orang tersebut diduga berbagi peran. Salah seorang di antaranya disebut menodongkan senjata tajam kepada Ali dan memintanya keluar.

"Satu orang menodongkan senjata tajam dan menyuruh keluar (Ali), disuruh jongkok di depan, dan mengatakan diam, lalu disuruh berhitung satu sampai seribu. Satu orang merusak barang, yang satu orang membakar gudang dan tempat tidur," terang Jodi.

Setiap malam, warung tersebut diketahui dijaga oleh dua karyawan yang berada di bagian depan dan belakang.

2. Gudang dan kamar karyawan dibakar

Bagian yang terbakar berada di pojok depan warung dan digunakan sebagai gudang sekaligus tempat tidur karyawan. Jodi menjelaskan bahwa gudang tersebut bukan tempat menyimpan bahan makanan maupun produk yang dijual kepada pelanggan.

"Yang terbakar itu satu gudang, dan satu tempat tidur, dan atap. Gudang penyimpanan rongsok lah ya, barang-barang bekas, bukan barang penyimpanan produk," kata Jodi.