Karena itu, gangguan tidur yang muncul bersamaan dengan perubahan siklus menstruasi atau gejala lain sebaiknya tidak diabaikan.
3. Mudah lupa dan sulit berkonsentrasi
Sebagian perempuan mengalami kesulitan mengingat sesuatu, kehilangan fokus, atau merasa pikirannya lebih lambat dari biasanya. Kondisi ini sering disebut brain fog atau kabut otak.
Gejala tersebut dapat muncul selama perimenopause dan menopause. Gangguan tidur, kelelahan, serta perubahan suasana hati juga dapat memperburuk kesulitan berkonsentrasi.
Meski begitu, keluhan lupa atau sulit berpikir tidak selalu berkaitan dengan menopause. Jika gejala semakin berat atau mengganggu kegiatan sehari-hari, pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.
4. Perubahan suasana hati dan kecemasan
Perubahan hormon selama perimenopause dapat disertai perubahan suasana hati. Perempuan mungkin menjadi lebih mudah tersinggung, merasa cemas, kehilangan semangat, atau mengalami suasana hati yang berubah-ubah.
Gejala tersebut terkadang dianggap sebagai stres akibat pekerjaan, masalah keluarga, atau kelelahan. Padahal, perubahan hormonal dan gangguan tidur pada masa transisi menopause juga dapat berperan.
WHO menjelaskan bahwa perubahan pada masa menopause dapat memengaruhi kesejahteraan fisik, mental, emosional, dan sosial. Jika kecemasan atau suasana hati yang buruk berlangsung lama dan mengganggu kehidupan sehari-hari, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Sensasi jantung berdetak lebih cepat atau terasa lebih kuat, yang dikenal sebagai palpitasi, juga dapat dialami selama perimenopause dan menopause.
Keluhan ini terkadang muncul bersamaan dengan sensasi panas mendadak, keringat, kecemasan, atau pusing. Karena gejalanya dapat menyerupai kondisi kesehatan lain, jantung berdebar tidak boleh langsung dianggap sebagai dampak menopause.
Jika keluhan berulang, sebaiknya lakukan pemeriksaan medis. Apabila jantung berdebar disertai nyeri dada, sesak napas, atau pingsan, segera cari pertolongan medis.
Perubahan kondisi kulit dan rambut juga dapat terjadi pada masa menopause. Kulit mungkin terasa lebih kering atau gatal, sedangkan rambut terlihat semakin tipis atau mengalami kerontokan.
Perubahan tersebut dapat berkaitan dengan perubahan hormon selama masa transisi menopause. Namun, kondisi kulit dan rambut juga dipengaruhi oleh faktor lain, seperti asupan nutrisi, gangguan tiroid, penggunaan produk tertentu, dan kondisi kesehatan secara umum.