"Anjingnya masih dicari serta akan dilakukan sampling. Kami bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Pangan serta dibantu aparat di desa," ujar Bagus Padma.

"Masyarakat tidak perlu panik secara berlebihan. Penanganan terhadap korban telah dilakukan dengan baik," imbuhnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, sebagian besar korban tidak mengalami luka pada area tubuh yang berisiko tinggi penularan rabies. Menurut Padma, satu korban WNA memilih melanjutkan perawatan ke rumah sakit swasta menggunakan tanggungan asuransi pribadi.