Wafatnya Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq RA menjadi momentum penting lainnya pada bulan Rabiul Akhir, di mana umat Islam secara resmi membaiat Umar bin Khattab RA sebagai khalifah kedua.
Kendati demikian, terdapat perbedaan sudut pandang sejarah. Dalam buku Tarikh Khulafa karya Imam as-Suyuthi, sebagian pendapat mencatat bahwa Umar bin Khattab RA mulai memangku jabatan sebagai khalifah pada bulan Jumadil Akhir tahun 13 Hijriah. Di bawah kepemimpinannya, wilayah Islam meluas secara signifikan dengan tata kelola pemerintahan yang sangat tertib dan adil.
Selain peristiwa besar di atas, bulan Rabiul Akhir juga diwarnai oleh serangkaian kemenangan pasukan Islam dalam mempertahankan dakwah dari ancaman musuh. Beberapa pertempuran dan peristiwa penting lainnya melingkupi:
Rabiul Akhir bukan sekadar penanda pergantian bulan dalam kalender Hijriah, melainkan sarat akan nilai sejarah, peradaban, dan ikhtiar perjuangan para pendahulu Islam.
Di masa Kekhalifahan Abu Bakar Ash-Shiddiq RA, pasukan Muslim di bawah komando Abu 'Ubaidah bin Al-Jarrah dan Khalid bin Al-Walid berhasil mengepung sekaligus membebaskan Kota Damsyik (Damaskus) pada tahun 14 H.
Keberhasilan penaklukan Damaskus menjadi batu pijakan vital dalam penyebaran syiar Islam di tanah Syam, hingga akhirnya kota ini tumbuh menjadi salah satu pusat peradaban dan keilmuan Islam terkemuka di dunia.