Upaya pembersihan simbol-simbol jahiliah terus berlanjut. Menjelang akhir bulan Rabiul Akhir, Rasulullah SAW mengutus sahabat Ali bin Abi Thalib RA untuk menghancurkan patung besar bernama Al-Fals milik kabilah Thayi'.

Dikisahkan dalam buku Biografi Ali bin Abi Thalib karya Ali Muhammad Ash-Shallabi, penghancuran patung Al-Fals ini menjadi penanda penting musnahnya simbol-simbol kemusyrikan yang selama ini disembah oleh sebagian suku Arab.

Salah satu pertempuran besar yang terjadi pada bulan Rabiul Akhir adalah Perang Bahran pada tahun ke-3 Hijriah. Mengutip buku Ar-Rahiq al-Makhtum karya Syekh Shafiyurrahman Al-Mubarakfuri, Rasulullah SAW memimpin langsung mobilisasi pasukan menuju Bahran, sebuah kawasan pertambangan di wilayah Hijaz dari arah Furu'.

Kendati melibatkan pergerakan pasukan secara masif, Perang Bahran tidak sampai menumpahkan darah atau menimbulkan kontak senjata. Rasulullah SAW bersama para sahabat bermukim di lokasi tersebut sejak bulan Rabiul Akhir hingga Jumadil Awwal sebelum akhirnya kembali ke Madinah.

Pada bulan ini pula, Allah SWT menurunkan Surah Al-Hasyr (surah ke-59 Al-Qur'an) yang berarti "Pengusiran". Surah ini diturunkan pasca-peristiwa pengusiran kaum Yahudi Bani Nadhir dari Madinah akibat pelanggaran dan pengkhianatan terhadap janji yang telah disepakati bersama Rasulullah SAW.

Sebagaimana dipaparkan Ali Muhammad Ash-Shallabi dalam Sejarah Lengkap Rasulullah Jilid 2, Surah Al-Hasyr merincikan aturan dan hukum terkait harta rampasan perang (ghanimah) serta pihak yang berhak menerimanya. Momentum ini menjadi pelajaran penting mengenai ketaatan dan konsekuensi atas sebuah pengkhianatan.