Ketika bermain peran, anak belajar memahami berbagai situasi dan mencoba melihat sesuatu dari sudut pandang orang lain. Permainan ini juga memberikan kesempatan untuk mengenali emosi, melatih empati, dan membangun kepercayaan diri.

Petak umpet merupakan permainan sederhana yang dapat membantu perkembangan fisik sekaligus keterampilan sosial anak.

Saat bermain, anak belajar bergerak, berlari, dan memperkirakan lokasi persembunyian. Mereka juga berlatih memahami aturan, menunggu giliran, serta berinteraksi dengan teman sebaya.

Selain itu, permainan ini dapat menjadi sarana untuk membangun hubungan sosial melalui aktivitas yang menyenangkan.

Menggambar dan mewarnai dapat membantu mengembangkan kreativitas serta kemampuan motorik halus anak.

Ketika memegang pensil warna, krayon, atau kuas, anak belajar mengendalikan gerakan jari dan tangannya. Aktivitas ini juga membantu melatih koordinasi mata dan tangan yang nantinya berguna ketika anak mulai belajar menulis.

Orang tua sebaiknya tidak terlalu membatasi hasil gambar anak. Biarkan mereka berkreasi dan mengekspresikan imajinasi melalui warna maupun bentuk.

Bermain bola, seperti melempar, menangkap, menendang, atau menggiring bola, bermanfaat untuk melatih kemampuan motorik kasar anak.

Permainan ini membantu mengembangkan keseimbangan tubuh, koordinasi gerakan, kekuatan otot, dan kemampuan mengendalikan tubuh.