"Secara resmi pemkot menerima penghargaan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah Award 2026 Tingkat Kota untuk wilayah Jawa-Bali. Tim ini bertugas memberikan literasi dan inklusi keuangan kepada warga Surabaya," kata Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Surabaya, Vykka Anggradevi Kusuma.
Pelaksanaan program TPAKD Surabaya dirancang seiring dengan pencapaian sejumlah indikator pembangunan Surabaya pada 2025. Pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 5,87 persen, melampaui target 5,77 persen. Sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 85,65 dari target 85,26, dan tingkat kemiskinan 3,56 persen dari target 3,9 persen.
Ketujuh program TPAKD Surabaya itu mencakup penguatan infrastruktur digital, pendampingan akses keuangan, perlindungan pekerja, pembiayaan UMKM, pemberdayaan ekonomi lokal, edukasi investasi, hingga digitalisasi pembayaran.
Pertama, adalah Satu Data Surabaya, yakni penguatan infrastruktur digital melalui pemanfaatan aplikasi, situs web, dan sistem data terpadu. Sistem tersebut digunakan untuk mendukung pengambilan kebijakan ekonomi dan penyaluran bantuan sosial.
Kedua, adalah PASTI LAKU yang menyediakan asistensi, pendampingan, literasi, serta edukasi akses keuangan bagi masyarakat dan pelaku usaha.
Ketiga, adalah program perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja, pengemudi ojek online (ojol), serta pelayan masyarakat dengan cakupan 99.724 peserta.
Keempat, adalah penyaluran Kredit Melawan Rentenir (K/PMR) PUSPITA melalui PT BPR Surya Artha Utama, yang telah menjangkau 2.138 debitur.
Kelima, adalah Pemberdayaan dan Ketahanan Ekonomi Nang Suroboyo (PEKEN), sebagai platform digital untuk memperluas pemasaran produk UMKM lokal melalui peken.surabaya.go.id. Hingga akhir 2025, program ini melibatkan 5.734 UMKM dengan omzet Rp216 miliar.