Keenam, adalah Galeri Investasi Pasar Modal yang menyediakan edukasi dan sarana investasi legal bagi masyarakat di Mal Pelayanan Publik (MPP) Siola.
Ketujuh, adalah digitalisasi pembayaran melalui Kartu Identitas Anak (KATEPAY) dan Simpanan Pelajar (SimPel) di Kota Surabaya. Nilai transaksi atau simpanan dalam program itu saat ini mencapai sekitar Rp158 miliar.
Pemkot Surabaya juga menyediakan skema pembiayaan berbunga rendah untuk mendukung pengembangan UMKM, seperti melalui PUSPITA dengan bunga 3 persen per tahun dan Sikumis dengan bunga 5 persen per tahun.
Lalu, dukungan kepada kelompok berpenghasilan rendah diberikan melalui bantuan iuran BPJS Ketenagakerjaan yang dibiayai APBD. Adapun untuk pelaku UMKM, difasilitasi pemasaran digital melalui platform PEKEN.
"Dalam hal ini pemkot bersama OJK dan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) bersinergi dalam upaya memberikan literasi dan inklusi keuangan ke sekolah-sekolah, UMKM sampai kelompok perempuan," kata Vykka.
Untuk tahun 2026, Pemkot Surabaya berencana melanjutkan sejumlah program yang sudah ada, termasuk memperkuat basis data dan literasi keuangan melalui program SOMASI PINJOL.
"Ada juga penambahan program baru berupa digitalisasi pembayaran parkir, pajak dan retribusi, ekosistem digitalisasi pasar tradisional dan pariwisata," pungkas Vykka.