NADIKABAR.COM — Tujuh tokoh di wilayah Jawa Tengah diusulkan menjadi pahlawan nasional. Berikut jasa-jasa mereka.

Pelaksana Harian Kepala Dinas Sosial Jawa Tengah, Isriadi Widodo mengatakan tahun ini ada dua tokoh baru yang diusulkan sebagai pahlawan nasional tahun ini. Sementara lima tokoh lainnya sudah pernah diajukan namun belum disetujui, sehingga ikut diusulkan kembali.

"Jawa Tengah untuk yang diusulkan di tahun 2026 itu sebenarnya dua, Mbah Kiai Haji Sholeh Darat dari Kota Semarang dan Raden Mas Margono Djojohadikusumo dari Banyumas. Namun demikian masih ada lima yang belum mendapatkan persetujuan dari Pak Presiden. Itu tetap kita sampaikan kembali. Jadi ada tujuh total yang kita usulkan," kata Isriadi di Kantor Gubernur Jateng, Rabu (26/8/2026).

Isriadi menyebut proses pengusulan pahlawan nasional tidak langsung diusulkan dari provinsi, melainkan bertahap dari masyarakat. Usulan tersebut akan diverifikasi pada tingkat kota/kabupaten dan provinsi sebelum diusulkan ke tingkat pusat.

"Ada Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) yang ada di kabupaten. Kemudian nanti rekomendasinya Pak Bupati. Maju ke provinsi itu juga kita punya TP2GD itu juga di provinsi juga ada," ujar Isriadi.

"Jadi, dari kabupaten sudah dikaji, provinsi dikaji, rekomendasinya nanti Pak Gubernur ya. Ini proses yang perlu diluruskan, jadi bukan usulan dari Pemprov," tambahnya.

Isriadi menjelaskan, setelah seluruh proses administrasi terpenuhi, tokoh-tokoh yang diusulkan tidak langsung ditetapkan menjadi pahlawan nasional. Penetapan tersebut merupakan hak prerogatif dari Presiden RI.

"Di akhir di Kementerian Sosial tentunya kalau secara administrasi sudah lengkap itu hak prerogatif ada di Pak Presiden dengan pertimbangan dari dewan gelar yang ada di pusat," jelas Isriadi.

Isriadi mengungkapkan, Margono Djojohadikusumo yang merupakan kakek Presiden Prabowo Subianto diusulkan dari Kabupaten Banyumas. Jasa dan karya-karyanya banyak di bidang ekonomi pascakemerdekaan.