Selanjutnya ada Bambang Soeprapto Dipokoesoemo yang diusulkan dari Kabupaten Banyumas. Isriadi mengungkapkan perjuangan tokoh ini melebihi peran dari seorang Brigade Mobil (Brimob).

"Peran perjuangan beliau ini melebihi dari peran sebagai seorang Brimob, jadi ikut di awal-awal proses kemerdekaan karena kita juga masih kedatangan penjajah pada waktu itu beliau sampai ke sana, makanya daerah Banyumas masih mengusulkan beliau untuk mendapatkan gelar pahlawan," ungkap Isriadi.

Kemudian Basuki Probowinoto, tokoh pendiri Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga juga kembali diusulkan sebagai pahlawan nasional. Tokoh ini diusulkan oleh Kota Salatiga.

"Pak Basuki Probowinoto ini beliau bergerak di jalur organisasi Kristen, politik, pendidikan dan pelayanan sosial. Ini mendasarkan ajuan dari masyarakat yang ada di Kota Salatiga," kata Isriadi.

Isriadi menyampaikan, Kota Semarang juga mengusulkan Dokter Kariadi sebagai pahlawan nasional. Tokoh ini dinilai memiliki jasa yang besar pada bidang kesehatan serta terlibat dalam sejarah Pertempuran Lima Hari.

"Dokter Kariadi ini kan kita semua paham beliau berjasa di bidang kesehatan masyarakat tentunya pada saat Pertempuran Lima Hari di Semarang," jelas Isriadi.

Kabupaten Temanggung turut mengajukan gelar pahlawan bagi salah satu tokoh militer, yakni Letjen TNI (Purn) Bambang Soegeng. Ia termasuk tokoh yang berperan penting pada Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta.

"Beliau ini melaksanakan serangan besar-besaran terhadap ibukota Yogyakarta yang diduduki Belanda pada tanggal 25 Februari sampai dengan 1 Maret 1949," ujar Isriadi.