NADIKABAR.COM — Menjenguk atau membesuk saudara, kerabat, maupun sahabat yang sedang terbaring sakit merupakan salah satu amalan mulia yang sangat dianjurkan dalam Islam. Dalam kesempatan tersebut, ucapan doa untuk orang sakit dapat disampaikan sebagai ungkapan perhatian dan harapan atas kesembuhannya.
Mengutip penjelasan dalam buku Doa dan Wirid karya Yazid Abdul Qadir Jawas, membesuk orang sakit tergolong sebagai salah satu dari hak seorang Muslim atas Muslim lainnya. Amalan ini menyimpan ganjaran pahala dan juga rahmat yang sangat besar di sisi Allah SWT.
Abu Hurairah dan Abdullah bin Umar meriwayatkan, Rasulullah SAW bersabda,
"Allah pasti menaungi orang yang membesuk orang sakit dengan tujuh puluh lima ribu malaikat. Setiap langkahnya dicatat satu kebaikan, dihapus satu kesalahan, dan derajatnya diangkat hingga dia duduk kembali. Ketika dia duduk, rahmat Allah senantiasa meliputinya.semua itu terus terjadi hingga dia kembali ke rumahnya." (HR. ath Thabrani)
Merujuk pada kitab Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi dan buku Hidup Penuh Pahala karya Imam al Dimyathi, berikut adalah rangkaian ucapan doa yang disunnahkan untuk dibaca saat membesuk orang sakit:
Doa ini dibaca Rasulullah SAW seraya mengusap bagian tubuh orang yang sakit dengan tangan kanan beliau:
اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ، اشْفِ وَأَنْتَ الشَّافِي، لاَ شِفَاءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ، شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا
Allahumma rabban-nasi adzhibil-ba'sa, isyfi wa antasy-syafi, la syifa'a illa syifa'uka, syifa'an la yughadiru saqama.
Artinya: "Ya Allah, Tuhan seluruh manusia, hilangkanlah penyakit ini. Sembuhkanlah, Engkaulah Dzat Yang Maha Menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan melainkan kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan rasa sakit sedikit pun."
Dalam riwayat lain, disebutkan Nabi SAW membaca doa berikut:
امْسَحِ الْبَأْسَ رَبَّ النَّاسِ بِيَدِكَ الشِّفَاءُ لَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا أَنْتَ
Imsahil ba'sa rabban-nāsi, biyadikas-syifā'u, lā kāsyifa lahū illā anta
Artinya: "Hapuskanlah segala penyakit, wahai Rabb semua manusia dengan tangan (kekuasaan)-Mu; tiada yang dapat menyembuhkannya kecuali hanya Engkau
Menghibur orang sakit merupakan sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Saat pertama kali menjenguk orang sakit, dianjurkan untuk menyampaikan ucapan yang penuh optimisme agar memberikan semangat dan ketenangan. Adapun doa atau ucapan penghiburan yang dapat disampaikan adalah:
لاَ بَأْسَ طَهُورٌ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Artinya: "Tidak mengapa, semoga penyakit ini menjadi pembersih dosa, insya Allah."
أَسْأَلُ اللَّهَ الْعَظِيمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ أَنْ يَشْفِيَكَ
As'alullahal-'adzima rabbal-'arsyil-'adzimi an yasyfiyaka.
Artinya: "Aku memohon kepada Allah Yang Maha Agung, Tuhan 'Arsy yang agung, agar memberikan kesembuhan kepadamu."
Membaca tiga surah Mu'awwidzat merupakan salah satu amalan yang dilakukan Rasulullah SAW saat mendoakan orang sakit dan juga saat meruqyah.
Dari Aisyah RA, dia berkata, "Apabila Rasulullah SAW hendak tidur, beliau akan meniupkan ke telapak tangannya sambil membaca Qul Huwallahu Ahad (surah Al-Ikhlas) dan mu'awidzatain (surah An-Naas dan Al-Falaq), kemudian beliau mengusapkan ke wajahnya dan seluruh tubuhnya." (HR. Bukhari)