Kepala SMAN 1 Lasem Juhartutik mengatakan pihak sekolah langsung mendata warga sekolah yang mengalami keluhan tersebut. Hasil pendataan menunjukkan 725 murid dan 25 guru terdampak.
"Setelah itu saya kemudian laporan ke Puskesmas Lasem untuk penanganan darurat dan konsultasi ke Cabdin (Cabang Dinas), akhirnya murid kami pulangkan," kata Juhartutik kepada NadiKabar, Kamis (3/9/2026).
Juhartutik menjelaskan, kondisi sekolah tidak lagi kondusif karena banyak murid dan guru harus mengantre menggunakan toilet. Dua toilet sekolah saat ini sedang direnovasi.
"Antrean di WC sangat sesak karena dua WC kami direnovasi. Karena keterbatasan WC ini sehingga akhirnya saya mohon izin ke Cabang Dinas untuk memulangkan anak," ujarnya.
Dia menjelaskan, SMAN 1 Lasem memiliki 1.174 murid dan 95 guru. Sementara itu, kapasitas toilet yang dapat digunakan saat kejadian hanya sekitar 30 orang.