Menurutnya keluhan para pelajar tersebut diketahui oleh pihak sekolah sejak Senin. Namun, baru dilaporkan ke Satgas MBG Trenggalek pada hari ini.

Dari data sementara pasokan MBG yang dikonsumsi siswa berasal dari SPPG milik Yayasan Mulia Hiroku Gakkou dengan jumlah penerima manfaat mencapai 1.000 orang.

"Tentunya kami, mencari kira-kira kemungkinannya seperti apa, kemungkinan penyebabnya apa? Terus kemudian kita juga tetap melakukan pemeriksaan terhadap SPPG dan ini sudah dilaporkan ke BGN Pusat," imbuhnya.

Upaya ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi jika jumlah siswa yang terdampak semakin bertambah dan berpotensi menjadi kejadian luar biasa (KLB).