Sunarto menambahkan, dari keterangan di lapangan para siswa dan guru sebelumnya menyantap MBG dengan menu ayam bumbu rendang tanpa santan, acar mentimun dan wortel, tempe goreng serta potongan buah melon.

Beberapa sampel makanan yang telah didapatkan dari SPPG dan sekolah akan dikirim laboratorium guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Pemeriksaan laboratorium dilakukan untuk mengetahui zat yang diduga menjadi penyebab keracunan.

"Cuma problemnya kalau sudah kemarin itu biasanya sudah kontaminasinya sudah cukup besar," imbuhnya.

Pascainsiden ini pihaknya belum bisa memastikan terkait keberadaan SPPG yang memasok makanan. Keputusan operasional menunggu keputusan langsung dari BGN pusat.