Bandara Atung Bungsu, Pagar Alam, Sumatera Selatan

Penutupan dilakukan sebagai langkah mitigasi untuk mengantisipasi dampak abu vulkanik terhadap keselamatan penerbangan.

AirNav Indonesia kembali menerbitkan pembaruan Notice to Airmen (NOTAM) terkait kondisi dua bandara utama di Jakarta dan sekitarnya.

Untuk Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), statusnya masih CLOSED berdasarkan NOTAM A3373/26 NOTAMR A3368/26. Penutupan berlaku mulai pukul 08.28 WIB hingga estimasi pukul 18.00 WIB pada 7 September 2026.

Sementara itu, Bandara Halim Perdanakusuma (HLP) juga berstatus CLOSED berdasarkan NOTAM A3372/26 NOTAMR A3369/26. Penutupan berlaku mulai pukul 08.16 WIB hingga estimasi pukul 18.00 WIB.

Periode penutupan dapat kembali disesuaikan berdasarkan perkembangan kondisi sebaran abu vulkanik dan aspek keselamatan penerbangan.

AirNav Indonesia menyatakan pemantauan terhadap kondisi ruang udara dan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terus dilakukan.

Informasi aeronautika akan diperbarui secara berkala sesuai perkembangan kondisi aktual dan informasi keselamatan penerbangan.

AirNav juga berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan penerbangan agar informasi mengenai kondisi ruang udara dan pelayanan navigasi penerbangan dapat disampaikan kepada pihak terkait secara tepat waktu.

Dampak penutupan bandara akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau cukup besar. Sekitar 150.000 penumpang terdampak, sementara terdapat 467 penerbangan yang terdampak.