"Sekitar pukul 09.30 pagi. Istri saya antar anak sekolah kan jam 09.00, saya main game sebentar, tiba-tiba dia ketok-ketok. 'Pak, bisa minta tolong?' katanya. 'Angkatin barang,'," kata Daniel menirukan perkataan pelaku, Selasa (1/9/2026).

Lantaran beban kardus yang luar biasa berat, pelaku memanggil tetangga lain bernama Ogi. Daniel sempat menyarankan agar muatan dibagi dua, namun ditolak oleh pelaku.

"Wah, berat, Pak, enggak ke bawa, saya bilang. Enggak kebawa sendiri, harus banyakan," ujar Daniel.

"Bertiga pun diangkat gak keangkat. Akhirnya saya tanya, ini apa. Kata dia besi dan baju. Terus kata saya bagi dua, direcah, kata dia gak bisa susah sudah dilakban, Kata saya, saya punya banyak lakban, tapi kata dia tanggung," ujarnya.

Daniel mengaku sempat mencium aroma janggal dari arah kardus tersebut saat digeser menuruni tangga lantai dua, namun tidak menaruh curiga karena pelaku berdalih isi kardus adalah tumpukan pakaian.

"Ada bau, tapi enggak terlalu menyengat sih. Cuma agak bau-bau enggak enak gitulah. Ya udahlah, saya pikir dari pakaian atau apa, ya. Dari atas ke bawah tuh didorong, digeser-geser, geser-geser, plek-plek-plek sampai ke bawah. Disimpan dulu di pojok sini," jelasnya.

Setelah berhasil diturunkan ke lantai dasar, pelaku membawa kardus tersebut menggunakan bantuan troli galon menuju mobil sewaan yang telah disiapkan sembari berdalih barang akan dikirim ke luar daerah.

"Katanya itu paket mau dikirim ke Lampung," tambahnya.