NADIKABAR.COM — Warga di sekitar Jalan Terusan Suryani, Kelurahan Babakan Ciparay, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung, digegerkan oleh penemuan mayat perempuan di dalam kardus pada Selasa (1/9/2026).

Jasad korban yang teronggok di pinggir jalan dekat gerbang pabrik kosong tersebut diduga kuat merupakan korban pembunuhan.

Temuan mengerikan ini terungkap setelah tangan korban terlihat mencuat dari dalam kardus saat pelaku berupaya menurunkannya di lokasi. Di sisi lain, tetangga kontrakan sempat diminta bantuan mengangkat kardus yang berbobot sangat berat itu dengan dalih berisi paket besi dan pakaian.

Berikut 8 fakta lengkap terkait kasus penemuan mayat wanita dalam kardus yang dirangkum NadiKabar, Selasa (1/9/2026):

Petugas linmas setempat menyebut jasad perempuan tersebut pertama kali ditemukan warga sekitar pukul 10.30 WIB di depan gerbang pabrik kosong bilangan Soekarno Hatta.

"Ditemukan jam setengah sebelas," kata Linmas setempat, Sudrajat, Selasa (1/9/2026).

Salah seorang saksi mata di lokasi, Mukhtar (45), sempat memergoki gerak-gerik mencurigakan pria yang menggelindingkan kardus tersebut sebelum akhirnya kabur saat hendak didekati.

"Tadi lagi digelinding-gelindingin, jadi saya curiga, terus disamperin," ujarnya.

"Kalau mayatnya diduga cewek, cewek diduga tadi dari tangan gitu. Saya laporan, tapi dia udah nggak ada," pungkasnya.

Kapolsek Babakan Ciparay Kompol Kurniawan menjelaskan bahwa jasad korban langsung dievakuasi ke RS Sartika Asih Bandung.

Berdasarkan pemeriksaan awal di TKP, perempuan tersebut diperkirakan berusia sekitar 30 tahun dan identitasnya masih dalam penelusuran.

"Pada hari ini, Selasa tanggal 1 Agustus 2026, sekira pukul 11.00 WIB, di RW 5 Kelurahan Babakan Kecamatan Babakan Ciparay, telah ditemukan sesosok mayat yang terbungkus oleh kardus," kata Kurniawan di TKP.

"Mayat tersebut perempuan, diperkirakan berusia 30 tahun," tambahnya.

"Identitas belum, masih dalam penyelidikan," pungkasnya.

Melihat kondisi jasad korban yang dikemas rapi dalam kardus dan dibuang di pinggir jalan, kepolisian menyimpulkan adanya indikasi tindak pidana pembunuhan.

"Ya, hasil penyelidikan awal dan olah TKP di lokasi diduga ini ada upaya dari pembunuhan, namun demikian kita masih melakukan penyelidikan dari titik awal TKP," tuturnya.

Di lokasi terpisah, Daniel yang merupakan tetangga kontrakan pelaku di Kelurahan Dungiscariang, Kecamatan Andir, menceritakan bahwa pelaku sempat mendatangi kamarnya sekitar pukul 09.30 WIB untuk meminta bantuan mengangkat kardus dari lantai dua.

"Sekitar pukul 09.30 pagi. Istri saya antar anak sekolah kan jam 09.00, saya main game sebentar, tiba-tiba dia ketok-ketok. 'Pak, bisa minta tolong?' katanya. 'Angkatin barang,'," kata Daniel menirukan perkataan pelaku, Selasa (1/9/2026).

Lantaran beban kardus yang luar biasa berat, pelaku memanggil tetangga lain bernama Ogi. Daniel sempat menyarankan agar muatan dibagi dua, namun ditolak oleh pelaku.

"Wah, berat, Pak, enggak ke bawa, saya bilang. Enggak kebawa sendiri, harus banyakan," ujar Daniel.

"Bertiga pun diangkat gak keangkat. Akhirnya saya tanya, ini apa. Kata dia besi dan baju. Terus kata saya bagi dua, direcah, kata dia gak bisa susah sudah dilakban, Kata saya, saya punya banyak lakban, tapi kata dia tanggung," ujarnya.

Daniel mengaku sempat mencium aroma janggal dari arah kardus tersebut saat digeser menuruni tangga lantai dua, namun tidak menaruh curiga karena pelaku berdalih isi kardus adalah tumpukan pakaian.

"Ada bau, tapi enggak terlalu menyengat sih. Cuma agak bau-bau enggak enak gitulah. Ya udahlah, saya pikir dari pakaian atau apa, ya. Dari atas ke bawah tuh didorong, digeser-geser, geser-geser, plek-plek-plek sampai ke bawah. Disimpan dulu di pojok sini," jelasnya.

Setelah berhasil diturunkan ke lantai dasar, pelaku membawa kardus tersebut menggunakan bantuan troli galon menuju mobil sewaan yang telah disiapkan sembari berdalih barang akan dikirim ke luar daerah.

"Katanya itu paket mau dikirim ke Lampung," tambahnya.