NADIKABAR.COM — Halloween yang diperingati setiap 31 Oktober identik dengan kostum menyeramkan, labu berukir, rumah berhantu, dan tradisi trick or treat atau meminta permen dari rumah ke rumah. Namun, di balik kemeriahannya, Halloween menyimpan sejumlah fakta unik yang tidak banyak diketahui orang.

Perayaan ini ternyata memiliki akar sejarah lebih dari 2.000 tahun, sementara beberapa tradisinya mengalami perubahan besar sebelum menjadi bagian dari budaya populer seperti sekarang. Bahkan, permen yang kini identik dengan Halloween bukanlah satu-satunya hadiah yang dahulu diberikan kepada anak-anak.

Sejumlah kebiasaan Halloween juga berawal dari kepercayaan dan tradisi masyarakat Eropa kuno. Berikut delapan fakta unik tentang Halloween yang menarik untuk diketahui.

1. Halloween berakar dari festival kuno Samhain

Halloween memiliki kaitan sejarah dengan Samhain, festival masyarakat Kelt yang hidup di wilayah Eropa, termasuk Irlandia dan Skotlandia. Festival ini menandai berakhirnya musim panen dan dimulainya musim dingin.

Masyarakat Kelt dahulu meyakini bahwa pada malam menjelang pergantian musim, batas antara dunia orang hidup dan dunia roh menjadi lebih tipis. Kepercayaan tersebut kemudian memengaruhi sejumlah kebiasaan yang dikaitkan dengan Halloween, seperti menyalakan api unggun dan mengenakan penyamaran.

Meski demikian, Halloween modern telah mengalami banyak perubahan dan tidak sepenuhnya sama dengan praktik masyarakat Kelt pada masa lalu.

2. Kostum seram awalnya dipercaya untuk mengelabui roh

Kostum hantu, penyihir, dan monster kini menjadi bagian dari hiburan Halloween. Namun, kebiasaan mengenakan penyamaran memiliki kaitan dengan kepercayaan kuno.

Dalam tradisi Samhain, masyarakat Kelt diyakini mengenakan pakaian khusus atau menyamarkan wajah agar tidak dikenali oleh roh yang dipercaya berkeliaran pada malam tersebut.

Seiring berjalannya waktu, makna penyamaran berubah. Kostum yang dahulu dikaitkan dengan kepercayaan spiritual berkembang menjadi sarana hiburan, ekspresi diri, dan kreativitas.

Kini, pilihan kostum Halloween tidak terbatas pada sosok menyeramkan. Banyak orang juga berdandan sebagai tokoh film, karakter gim, superhero, atau figur terkenal.

3. Labu bukan bahan pertama untuk membuat lentera Halloween

Labu berukir atau jack-o'-lantern merupakan salah satu simbol Halloween yang paling mudah dikenali. Namun, tradisi membuat lentera dengan wajah menyeramkan awalnya tidak selalu menggunakan labu.

Di Irlandia dan sejumlah wilayah Kepulauan Britania, masyarakat dahulu menggunakan lobak atau sayuran akar lain untuk membuat lentera. Tradisi tersebut kemudian dibawa ke Amerika Utara oleh para imigran Irlandia.