"APAR di tingkat RW sudah tersedia dan terus kami perkuat hingga ke tingkat RT, terutama di kawasan padat seperti Tambora dan Cakung," ujarnya.
Pramono, kata Chico, juga telah meminta pengecekan ulang terhadap APAR yang telah tersedia. Hal itu untuk memastikan alat tersebut masih berfungsi ketika dibutuhkan.
Selain penyediaan APAR, Pemprov DKI juga mengandalkan Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar), edukasi mengenai keamanan instalasi listrik, hingga kanal laporan dini melalui layanan darurat 112.
Chico mengatakan langkah tersebut turut membantu mencegah kebakaran berkembang menjadi lebih besar. Dia menyebut sepanjang September 2026, terdapat 34 potensi kebakaran yang berhasil ditangani sebelum meluas.
"Koordinasi ini terbukti membantu. Sepanjang September, 34 potensi kebakaran berhasil ditahan sebelum meluas karena warga cepat melapor dan bergotong royong memadamkan api di awal, sebelum petugas tiba," jelasnya.
Pemprov DKI juga mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di kawasan permukiman padat, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Warga diminta memeriksa instalasi listrik secara berkala, tidak menumpuk barang yang mudah terbakar, serta berhati-hati saat menggunakan kompor dan tabung gas.