Bagi pemula yang tidak hanya ingin belajar fotografi tetapi juga tertarik membuat konten, Sony ZV-E10 II merupakan pilihan menarik.
Kamera ini menggunakan sensor APS-C 26 megapiksel dan sistem Fast Hybrid AF. Sony menyediakan hingga 759 titik phase-detection autofocus untuk foto dan hingga 495 titik untuk video.
Kamera tersebut juga mampu merekam video 4K hingga 60p dengan format 10-bit. Layarnya dapat digunakan untuk membantu pengambilan gambar dari berbagai posisi.
Meski identik dengan kamera vlog, ZV-E10 II tetap merupakan kamera lensa yang dapat diganti sehingga dapat digunakan untuk belajar fotografi.
Keunggulan lainnya adalah baterai berkapasitas besar yang diklaim Sony mampu menghasilkan sekitar 610 foto berdasarkan pengujian CIPA ketika menggunakan layar.
Kamera ini cocok untuk pemula yang memiliki rencana menjadi fotografer sekaligus kreator konten karena kemampuan fotonya cukup serius, tetapi fitur videonya juga sangat lengkap.
Kalau anggaran menjadi pertimbangan utama, Canon EOS R100 masih layak dilirik.
Kamera ini menggunakan sensor APS-C 24,1 megapiksel dan prosesor DIGIC 8. Sensor tersebut memiliki ukuran yang jauh lebih besar dibandingkan sensor pada kebanyakan ponsel sehingga pengguna bisa mulai belajar mengenai perbedaan depth of field, bokeh dan karakter gambar dari kamera dengan sensor yang lebih besar.
EOS R100 juga sudah menggunakan sistem RF mount sehingga pengguna memiliki akses ke jajaran lensa RF dan RF-S.
Keberadaan electronic viewfinder menjadi nilai tambah bagi pemula yang ingin belajar fotografi dengan cara membidik seperti kamera konvensional.
Kekurangannya adalah fitur video dan layarnya lebih sederhana dibandingkan EOS R50. Layarnya juga tidak memiliki kemampuan touchscreen.
Namun, jika tujuan utama memang belajar fotografi, bukan membuat konten video, EOS R100 masih menjadi salah satu opsi yang masuk akal untuk kamera pertama.
Nikon Z30 bisa menjadi pilihan menarik bagi pemula yang ingin kamera kecil untuk dibawa ke mana-mana.
Bodi kamera ini memiliki bobot sekitar 350 gram. Nikon membekalinya dengan sensor DX 20,9 megapiksel dan layar vari-angle 3 inci.
Z30 juga memiliki sistem autofocus dengan pendeteksian wajah dan mata untuk membantu memotret manusia maupun hewan.
Untuk video, kamera ini mampu merekam 4K 30p dan Full HD hingga 120p. Nikon juga membuatnya kompatibel dengan jajaran lensa NIKKOR Z yang terus berkembang.
Satu kekurangannya untuk fotografer pemula adalah kamera ini tidak mempunyai electronic viewfinder. Artinya, pengguna harus mengandalkan layar belakang untuk menentukan komposisi.
Meski begitu, ukurannya yang ringkas dan pengoperasiannya yang sederhana membuat Z30 menarik untuk fotografi perjalanan, keluarga dan konten sehari-hari.
Kalau ingin kamera yang ringkas tetapi memiliki stabilisasi gambar di dalam bodi, OM-D E-M10 Mark IV masih menjadi pilihan yang menarik.