Karakteristik: Hewan nokturnal (aktif malam hari), penyendiri, dan tidak terlalu agresif jika tidak diganggu.
Bahaya Bisa: Mengandung racun neurotoksin kuat yang menyerang sistem saraf. Di dunia internasional dijuluki "the-five-step snake" sebagai gambaran betapa cepat dan berbahayanya efek bisa ini.
Sangat populer di wilayah Jawa dan kerap masuk ke area permukiman.
Ciri Fisik & Perilaku: Berwarna hitam legam. Saat terancam, ular ini menegakkan tubuh serta melebarkan lehernya hingga menyerupai sendok.
Kemampuan Khusus: Mampu menyemburkan bisa neurotoksin hingga jarak 2 meter ke arah mata musuh, berisiko memicu gangguan penglihatan hingga kebutaan.
Catatan: Berbeda dengan King Cobra (Ophiophagus hannah) yang berukuran jauh lebih besar dan dikenal juga sebagai ular tedung atau ular lanang.
Ciri Fisik & Habitat: Mampu melebarkan tudung lehernya saat terancam. Habitat alaminya berada di Sumatra dan Kalimantan.
Perilaku: Berdiri tegak, mendesis keras, dan menyemburkan bisa saat terdesak. Makanan utamanya adalah hewan pengerat (tikus) dan katak.
Karakteristik & Habitat: Sangat mahir berkamuflase di atas tanah kering atau tumpukan daun mati. Menyukai tempat lembap seperti tumpukan sampah, kayu, atau kolong rumah, terutama di Pulau Jawa.
Bahaya: Pasif dan pendiam, tetapi menyerang secara mendadak dengan kecepatan tinggi jika terinjak atau didekati.
Dikenal juga sebagai ular bangkai laut, ular hijau ekor merah, atau ular pohon hijau.
Ciri Fisik: Berwarna hijau cerah dengan corak kuning atau putih pucat di bagian bibir/bawah mata.
Habitat: Tersebar di Jawa, Sumatra, Lombok, Sumbawa, Sumba, hingga Flores.
Bahaya Bisa: Menghasilkan racun hemotoksin yang merusak pembuluh darah dan sel darah korban.
Dikenal secara internasional sebagai Eastern Russell's Viper.
Ciri Fisik: Tubuh berwarna abu-abu atau hijau zaitun dengan pola bintik-bintik gelap di sepanjang tubuhnya.
Perilaku: Cenderung pasif, tetapi sangat mematikan dan agresif menyerang saat ruang geraknya terancam.
Ciri Fisik: Berukuran relatif kecil dengan garis merah terang memanjang di bagian punggungnya.
Habitat & Bahaya: Berasal dari famili Elapidae berbisa tinggi, sering bersembunyi di bawah serasah daun atau tanah gembur di pekarangan.