Palestinian Prisoner Society menggunakan inisial untuk melindungi identitas para tahanan. Banyak tahanan takut memberikan kesaksian setelah sejumlah narapidana dipukuli secara brutal ketika dibawa untuk menjalani kunjungan.
Salah seorang tahanan yang diidentifikasi dengan inisial AB mengatakan dirinya mengalami putus tendon pada tangan saat penggerebekan dan harus menjalani operasi.
Organisasi itu juga melaporkan bahwa petugas penjara menggerebek Blok 24 pada 28 Oktober pukul 07.00 waktu setempat, mengambil kasur para tahanan, dan melakukan pemukulan.
Di Blok 26, seorang tahanan berinisial MK mengatakan beberapa giginya patah akibat penganiayaan. Pengacara yang mengunjunginya mengatakan tahanan tersebut tampak ketakutan ketika menceritakan kejadian yang dialaminya. Selama kunjungan itu, para tahanan juga dilarang menandatangani surat kuasa yang diperlukan untuk menangani perkara hukum mereka.
Tahanan lainnya, berinisial MS, mengatakan pihak penjara sengaja mengambil kasur pada siang hari sehingga para tahanan terpaksa duduk di lantai atau ranjang besi tanpa alas. Menurut dia, praktik tersebut membuat kondisi semakin sulit bagi tahanan yang sakit dan lanjut usia, terutama mereka yang mengalami gangguan tulang atau anggota tubuh.
Seorang tahanan berinisial MH mengatakan akses ke halaman penjara bergantung pada keputusan petugas. Selain itu, kepadatan yang parah memaksa sebagian besar tahanan tidur di lantai sel.
Di Blok 25, seorang tahanan berinisial NY menggambarkan ketakutan dan kecemasan para tahanan menjelang apel atau kegiatan yang oleh pihak penjara disebut sebagai "pemeriksaan keamanan".
Menurut dia, pemeriksaan tersebut kerap disertai penggerebekan dan pemukulan berat. Ia mengatakan dirinya pernah dipukuli hingga mengalami memar di sekujur tubuh.