Tahanan lainnya, berinisial DH, mengatakan unit petugas penjara melakukan penggerebekan besar-besaran di Blok 24 pada 28 Oktober. Dalam penggerebekan tersebut, petugas menyemprotkan gas ke arah para tahanan dan menembakkan peluru karet hingga melukai tiga orang. Ia mengatakan petugas juga menyerbu sejumlah sel dan memukuli para tahanan secara brutal.
Organisasi tersebut mengatakan para perempuan yang ditahan di Penjara Damon, Israel utara, melaporkan kondisi serupa dengan penjara lainnya, termasuk kelaparan, tindakan represif sistematis, penggeledahan, perlakuan buruk, dan pengingkaran hak-hak mereka.
Organisasi itu menyebut pihak berwenang menggunakan akses terhadap layanan kesehatan dan kebutuhan dasar perempuan sebagai sarana untuk mempermalukan mereka.
Menurut organisasi tersebut, kondisi semakin memburuk seiring bertambahnya jumlah perempuan yang ditahan sehingga memperparah kepadatan penjara dan kekurangan pakaian. Sejumlah perempuan melaporkan mengalami kejang pada sebagian anggota tubuh, serta benjolan pada kulit dan rasa gatal parah yang membuat mereka tidak dapat tidur.
Organisasi itu mengatakan pihak penjara terus menyangkal bahwa para perempuan tersebut menderita kudis dan mengaitkan gejala yang mereka alami dengan alergi. Padahal, hasil pemeriksaan terhadap sejumlah perempuan setelah dibebaskan memastikan bahwa mereka mengidap penyakit tersebut.
Palestinian Prisoner Society kembali mendesak kelompok-kelompok hak asasi manusia internasional agar mengakhiri apa yang disebutnya sebagai ketidakmampuan mereka untuk bertindak "di tengah kejahatan yang dilakukan oleh sistem pendudukan Israel terhadap para tahanan, yang bertujuan menghancurkan mereka secara fisik dan psikologis."
Menurut organisasi tersebut, lebih dari 9.300 warga Palestina ditahan di penjara-penjara Israel, termasuk sekitar 90 perempuan.
Penerjemah: Primayanti