Meski demikian, rasa haus saja tidak cukup untuk memastikan seseorang mengalami diabetes. Kondisi tersebut juga bisa dipengaruhi oleh cuaca, aktivitas fisik, serta penyebab lain yang perlu dievaluasi.
Penglihatan yang tiba-tiba terasa kurang jelas atau berubah-ubah juga dapat berkaitan dengan kadar gula darah yang tinggi.
Perubahan kadar glukosa dapat memengaruhi keseimbangan cairan pada jaringan mata, termasuk lensa. Akibatnya, penglihatan bisa menjadi kabur untuk sementara waktu.
Sebagian orang mungkin menganggap kondisi tersebut hanya disebabkan oleh kelelahan setelah terlalu lama menatap layar atau kurang tidur. Padahal, jika keluhan sering terjadi, pemeriksaan lebih lanjut diperlukan.
Penglihatan kabur juga dapat disebabkan oleh gangguan mata atau masalah kesehatan lainnya. Jika terjadi secara mendadak, terutama disertai kehilangan penglihatan atau nyeri mata, segera cari pertolongan medis.
Luka kecil akibat tergores, teriris, atau mengalami lecet biasanya akan membaik secara bertahap. Namun, pada orang dengan diabetes yang tidak terkontrol, proses penyembuhan luka dapat berlangsung lebih lama.
Kadar gula darah tinggi dalam jangka panjang dapat mengganggu fungsi pembuluh darah dan saraf serta memengaruhi kemampuan tubuh melawan infeksi. Kondisi tersebut dapat membuat luka lebih sulit sembuh.
Tanda yang perlu diperhatikan antara lain luka yang tidak kunjung membaik, kemerahan yang meluas, pembengkakan, atau munculnya cairan dari luka.
Jangan menunggu luka menjadi parah sebelum memeriksakannya, terutama jika luka berada di kaki. Bagi penderita diabetes, luka pada kaki perlu mendapat perhatian khusus karena dapat berkembang menjadi masalah yang lebih serius.
6. Mudah lapar meskipun sudah makan
Sering merasa lapar meskipun baru selesai makan juga dapat menjadi salah satu gejala diabetes.
Ketika insulin tidak bekerja secara efektif atau jumlahnya tidak mencukupi, glukosa dalam darah tidak dapat dimanfaatkan oleh sel tubuh secara optimal. Kondisi tersebut dapat mengganggu pemenuhan kebutuhan energi dan memicu rasa lapar.
Meski demikian, rasa lapar yang meningkat tidak selalu berkaitan dengan gula darah tinggi. Pola makan, aktivitas fisik, kualitas tidur, dan perubahan hormon juga dapat memengaruhi nafsu makan.
Jika rasa lapar berlebihan terjadi bersamaan dengan sering haus, sering buang air kecil, atau penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, sebaiknya lakukan pemeriksaan kesehatan.
7. Berat badan turun tanpa alasan yang jelas
Penurunan berat badan yang terjadi tanpa perubahan pola makan atau peningkatan aktivitas fisik juga perlu diperhatikan.